Bunda, Sumber Doa Istimewa

Mockup web Bunda

Menjadi istri, guru, sekretaris, bendahara, tukang, koki, supir, dan berbagai keahlian lainnya sudah melekat pada diriku. Insyaallah semuanya harus aku lakukan demi keluargaku tercinta. Menjadi sekretaris yang all out adalah keharusan bagiku. Memiliki banyak peran dengan keahlian yang aku rasakan, membuatku harus menjadi multitalenta. Mulai dari multitalenan alias pintar memasak sampai multitelaten, karena banyak yang harus diurusi. Namun, aku bersyukur keberadaan aku bisa bermanfaat bagi banyak orang, terutama suami dan keluargaku. Mengeluh? Itu bukan sifatku.

Ibu adalah orang yang paling berjasa dalam kehidupanku, lelah dan letih tubuh tak pernah dirasakan olehnya. Sejak masih kecil, ketika aku lelah dengan sekolah hanya Mama yang mengerti. Bahkan saat orang lain tak bisa memahaminya. Ibu begitu tangguh dalam hal mendewasakan aku, sabar dan perhatian terhadap pendidikan yang diberikan kepadaku, sebagaimana putrinya. Aku yang bandel, suka membantah, malas, senang bermain, tak lelah Emak menasihati dan mengingatkan serta menunjukkan kepadaku hal-hal yang lebih baik dan bermanfaat. Mungkin semua ajaran dan kasih sayangnya tidak dapat aku balas sampai kapan pun.

Seperti kita melempar biji-bijian yang kita rasa sudah tidak ada lagi nilainya, apabila jatuhnya di tanah mungkin akan menjadi sebuah pohon yang lebat. Kita makan buahnya, kita berteduh di bawahnya. Begitulah ibu, tidak ada alasan untuk saya tidak selalu bersyukur, pun dengan kekecewaan yang pernah kami lalui. Ibu adalah sosok yang kuat. Yang paling saya syukuri adalah keyakinan ibu untuk dapat melewati hari-hari yang sulit sebagai single parent.

Hari-hari Emak sepeninggal Abah begitu berat, tangannya yang lembut berubah keras, kuat, dan kekar. Matanya yang berbinar mulai redup. Keriput di dahinya semakin jelas mungkin karena bebannya terlalu berat memenuhi kehidupan kami berdua. Aku masih ingat dengan jelas ekspresi wajah Ibuku saat aku menghampirinya. Beliau terlihat bingung dan itu membuatku semakin penasaran. Dengan polosnya aku spontan bertanya, “Ibu kenapa?” belum selesai bertanya, air mata Ibuku menetes. Seraya mengusap air matanya, nada bicaranya terdengar berat.

“Ma, bangun!” Rupanya itu anak laki-lakiku, ia mengabarkan kalau Mama sudah tiada. Kala itu, malam jumat tepat jam 02.00 pagi. Rasanya bumi seperti runtuh, tubuhku mendadak lemas mendengar kabar itu, aku menangis seakan tak percaya atas semua yang terjadi. Tampak tubuh Mama terbujur kaku berbalut sehelai kain panjang, langsung kupeluk jasad itu untuk terakhir kalinya. Aku tak pernah berpikir kalau hidupku akan berakhir tanpanya, sedangkan Mama adalah petunjuk arah bagiku, semua kenangan bersama Mama menari-nari di kepalaku.

Aku tak akan paham apa itu cinta sejati. Apa itu pengorbaan dan selebihnya tentang pentingnya menyangkal diri. Sebelum aku benar-benar menjadi Ibu, yang teh manisnya akan sering dihabiskan oleh anak-anakku

Perjuangan seorang perempuan, baik dalam menjadi ibu maupun istri tentu tidaklah mudah. Banyak tetes keringat dan air mata yang mampu menafsirkan sebuah kasih sayang. Semua itu akan tergambar melalui buku ini yang menyajikan berbagai kisah pengalaman nyata sang penulis. Baca sajalah, nanti kamu akan mengerti besarnya perjuangan seorang ibu untuk membahagiakan anak dan keluarganya.

Berdasarkan pengalaman nyata perjuangan seorang ibu.

Penuh inspirasi untuk menjadi ibu super yang selalu hadir menerangi keluarga.

Penuh motivasi untuk menyayangi orangtua.

Tim Penulis

Ketua Ikatan Istri Karyawan Perhutani (IIKP) Cabang CPH Bandung Utara. Istri dari seorang Administratur Perhutani Kesatuan Pernangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara.

Guru di salah satu sekolah swasta berbasis Islam. Istri salah satu pegawai Perum Perhutani KPH Garut, sebagai KRPH Wanaraja di BKPH Cibatu.

Dosen tetap di Unsap Sumedang dan Asesor BAN PAUD dan PNF Provinsi Jawa Barat. Istri dari salah satu karyawan Perhutani KPH Sumedang.

Guru PNS di SMPN 1 Kasokandel Majalengka. Istri dari salah satu pegawai Perum Perhutani KPH Majalengka Sebagai KSS PSDH.

Wakil Bidang Simpan Pinjam Organisasi Ikatan Istri Karyawan Perhutani KPH Bandung Selatan. Istri dari salah satu pegawai di Perum Perhutani, sebagai KRPH Cijawal, BKPH Gununghalu, KPH Bandung Selatan

Ibu rumah tangga. Istri dari salah satu Staf Tata Usaha BKPH Serang KPH Banten.

Guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Leuwiliang. Istri dari salah satu pegawai Perum Perhutani.

Pengajar dan pengurus bidang pendidikan Darma Wanita IIKP Cabang KPH Ciamis. Istri salah satu pegawai bagian KSS SDM KPH Ciamis.

Ibu Rumah Tangga. Istri dari salah satu pegawai bagian KRPH Cibeber BKPH Sukanagara Utara.

Ibu rumah tangga dan wirausahawan. Istri dari salah satu pegawai bagian ADM KPH Indramayu.

Ibu rumah tangga. Istri dari salah satu pegawai bagian Kasi Produksi dan Ekowisata KPH Kuningan.

Guru PNS di SMPN 1 Kasokandel Majalengka. Istri dari salah satu pegawai Perum Perhutani KPH Majalengka sebagai KSS PSDH.

Ibu rumah tangga dan wirausahawan. Istri dari salah satu pegawai bagian KTU KPH Purwakarta.

Guru di salah satu Madrasah Aliyah di Surade, Kabupaten Sukabumi. Istri dari salah satu pegawai Perum Perhutani KPH Sukabumi, sebagai Staf Tata Usaha di BKPH Jampang Kulon.

Guru dan instruktur yoga. Istri Asper Taraju KPH Tasikmalaya.

Ibu rumah tangga. Istri dari salah satu pegawai Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Perencanaan Hutan Wilayah IV Cirebon.

Bunda mockup depan square

Tebal: 95 hlm
Ukuran: 14 x 20 cm
Kertas: Bookpaper
Sampul: Softcover
ISBN: 978-623-97472-4-4

Harga Pra-pesan
(15-31 Desember 2021):  Rp 65.000,-

Harga Normal:  Rp 73.000,-

Formulir pemesanan

WeCreativez WhatsApp Support
untuk pemesanan buku
👋 chat via WhatsApp