Secangkir Asa, Berjuta Rasa

frasa sbbr 2
Kumpulan cerpen ini merupakan luapan isi hati, pikiran, dan perasaan penulis terhadap apa yang disampaikan pada pembaca. Untaian kata demi kata membentuk sebuah cerita penuh warna yang dapat melukiskan karakter penulis itu sendiri. Ungkapan lisan yang mungkin tak mampu berkata dan hanya diwakili pikiran dan rasa melalui tulisan yang tercurah untuk mengisi lembaran-lembaran kisah dengan membangun tokoh, suasana, latar menjadi sebuah cerita yang utuh sekali duduk dapat dinikmati kapanpun dan di manapun.
Sebuah sensasi kebenaran fiksional tentu menjadi pilihan yang lumayan diminati oleh para penulis remaja kali ini. Penuturan sebuah kisah di negeri entah berantah bernuansa anime hingga persoalan horor, jelas akan memberikan sensasi tersendiri bagi para pembacanya. Plot cerita yang menyimpan misteri akan membuat pembaca bertanya-tanya, yang mungkin akan membuat dada berdebar. Namun jangan khawatir, hampir semua cerita pendek akan dibumbui dengan perjalanan cinta dan asa sehingga para pembaca tetap bahagia tidak larut dalam nestapa, apalagi dibiarkan bertanya-tanya. Semua rasa tersebut tersuguhkan oleh 40 siswa dan 3 Guru Bahasa Indonesia kelas XI Tahun Ajaran 2020-2021 SMA Pribadi Bandung.

Cerita pendek khas remaja yang unik, menarik, dan baru

Dibingkai dengan cerita fantasi, thriller, horor, sci-fi dan lainnya

Tiap cerita mengandung informasi dan pesan bermakna untuk kehidupan

Tim Penulis (Siswa)

Abdul Muthi adalah penulis cerpen berjudul “Sampai Nanti di Tanah Surga”. Lahir di Kudus, Jawa Tengah pada tanggal 3 Desember 2003. Bersekolah di SMA Pribadi Bandung dan bercita-cita untuk menempuh perguruan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Dia berhasil meraih medali emas pada ajang Olimpiade Seni Bahasa Indonesia (2021) kategori lomba membaca puisi. Selain itu, pernah menjuarai berbagai bidang kompetisi projek tingkat internasional. Dia juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi di OSIS, penulis mendapat amanah menjadi Ketua OSIS periode 2020/2021 ini.

Adryanov Abdelhakim Kalimullah atau Ryan lahir di Bandung, 24 Desember 2003. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi bermain alat musik. Cerpen ini  terinspirasi dari salah seorang komika dan akhirnya membuat cerpen yang berjudul “Pengalaman Masa Kuliah” yang bercerita tentang beberapa pengalaman menyeramkan.

Akhmad Nur Syarif Syafi’I, atau biasa disapa Syarif, lahir di Semarang, 4 Desember 2003. Penulis cerpen “Aku, Si Anak Nakal” merupakan siswa SMA Pribadi Bandung. Saat ini, memiliki hobi berburu, meracik, dan meramu. Selain itu, juga aktif di bidang olimpiade ekonomi serta penelitian ilmiah. Dalam cerpennya, ia ingin mengajak para pembaca untuk memandang sisi lain dari seorang “anak nakal.”

Arkan Muhammad Faizulhaq atau yang biasa dipanggil Arkan lahir di Bandung, 4 November 2003. Dia adalah siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi menonton film, mendengarkan dan bermain musik. Cerpen ini terinspirasi dari keindahan gunung-gunung yang ada di Indonesia dan akhirnya membuat cerpen yang berjudul “Gunung Klabu” yang bercerita tentang beberapa pengalaman menyeramkan sekelompok pemuda di Gunung Klabu.

Arkayuga Pramasajjana Gunawan penulis cerpen “Suara dalam Kegelapan” bisa dipanggil Yuga, merupakan siswa SMA Pribadi Bandung, lahir di Bandung, 31 Agustus 2004. Dia hobi fotografi, mendengarkan musik, dan menonton film. Dalam cerpennya, ia ingin mengajak pembaca untuk menghargai satu sama lain dan tidak merundung.

Aulia Rizka Maulana Aqsa menulis cerpen “Petualangan 3 Sahabat” biasa dipanggil Aqsa, merupakan siswa SMA Priba\di Bandung, lahir di palembang, 15 Desember 2003. Saat ini, ia hobi bermain basket, muay thai, dan mendengarkan musik. Penulis ingin para pembaca untuk mengerti dari satu sama lain terutama pada teman dan sahabat

Dhafin Raziq Adnan atau biasa dipanggil Dhafin, merupakan penulis cerpen “Penunggu dari Goa Jepang”, lahir di Bandung, 21 Juni 2004. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi futsal, nonton film, mendengarkan musik, dan bermain game. Selama di SMA penulis pernah mengikuti ajang lomba penelitian pada bidang sains baik nasional maupun internasional.

Fathan Mahameru Fatria biasa di panggil Fathan. Lahir pada tanggal 29 April 2004, Bandung. Dia adalah siswa yang duduk di bangku Sekolah SMA Pribadi Bandung yang mempelajari hal baru keseharian nya. Penulis adalah pengge-mar cerita bertema dunia lain, cerpen ini mendapatkan inspirasi dari tema tersebut.

Gantira Fahreiza, sering dipanggil “Rei” atau “Gantira”, tapi lebih baik panggil saja Reiza. Lahir pada tanggal 8 Juli 2004, di Cirebon. Dia merupakan siswa yang duduk di bangku sekolah SMA Pribadi Bandung yang kesehariannya mempelajari hal-hal baru dalam kehidupannya. Ia seorang penggemar berat film Thriller/Horror. Terinspirasi dari banyak film yang dilihatnya, Dia membuat sebuah cerpen yang berjudul “Di Dunia Luar.” Cerita ini menggabungkan aspek Sci-fi dan realita yang harmonis sehingga membuat pembacanya tercengangkan sekaligus mudah dipahami.

Muhammad Rashif Zharfan Naufal Ismail yang sering dipanggil Rashif, merupakan penulis cerpen “Cerita Jalan-Jalan”. Lahir di Bandung, 7 Januari 2004. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi bermain alat musik, nonton film, serta mengganggu adiknya. Cerita ini diambil dari pengalaman pribadi tetapi ditambahkan beberapa hal mistis.

Muhammad Reynaldi Yusuf atau Aldi merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang menulis cerpen “Suara Malam”. Ia lahir di Lampung, 17 April 2005. Dia tertarik dengan hubungan manusia dengan hal di sekitarnya dan peran manusia sebagai bagian dari ekosistem alam keseluruhan. Dalam cerpen ini, dia ingin menunjukan alam sebagai sesuatu yang harus dihormati dan disegani.

Muhammad Taufik Irawan, penulis dari cerpen “Di Balik Gwangju”, merupakan siswa yang bersekolah di SMA Pribadi Bandung dan sedang mendalami Bahasa dan Kebudayaan Korea. Hal tersebut yang menginspirasi ia untuk menulis dan menyelesaikan cerpennya. Hobi mendengarkan musik dan menonton drakor. Dalam cerpennya, ia ingin memperlihatkan sisi dan sejarah lain dari Korea Selatan.

Rangga Arya Putra yang sering dipanggil Rangga. Lahir di Sorowako, 15 Juli 2004. Merupakan penulis dari cerpen berjudul “Seorang Pilot”. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang mempunyai hobi bermain musik dan berolahraga. Cerita dalam cerpen ini terinspirasi dari beberapa pengalaman pilot yang ia gemari.

Aldo Tori penulis cerpen “Kita, Satu Tujuan” yang akrab disapa Aldo lahir di Lampung, 12 Juli 2003. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi futsal dan mendengarkan musik. Hal yang menginspirasinya menyelesaikan cerpen ini adalah berlatih membuat cerpen sederhana dan sarana menyalurkan ide.

Chylbet Charle Yong dilahirkan di Medan, Sumatera Utara pada tanggal 12 Maret 2004. Penulis dengan judul cerpen “Simalingkaman” ini memiliki keinginan kuat untuk menempuh studi akademi kemiliteran wilayah Magelang, Jawa Tengah. Dia memiliki ketertarikan kuat pada bidang kemiliteran. Penulisan cerpen ini karena guru bahasa Indonesia yang menjadi alasan kuat mampu menyelesaikan cerpen ini dengan sebaik-baiknya.

Dimas Raditya Nugraha yang lahir di bandung 23 Oktober 2003. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi futsal dan bermain game. Oleh karena itu, judul cerpennya pun sesuai dengan hobinya yaitu “Terjebak di dunia Games”.

Ezra Reynara Ichdan lahir pada tanggal 5 Juli 2004. Dia yang bersekolah di SMA Pribadi Bandung ini memiliki hobi menyanyi, mendengarkan lagu, dan menonton film. Pernah mengikuti lomba menyanyi OSEBI 2021, motivasi menulis cerpennya yaitu cerpen ini diangkat dari kejadian nyata yang menurut saya sangat menarik untuk dibuat cerpennya.

Fadhlan Muliawan Zharfan penulis cerpen “Pendekar Hitam” biasa dipanggil Fadhlan. Lahir di Makassar, 23 Januari 2004. Dia merupakan siswa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi bermain game online, menonton animasi jepang, dan berolahraga. Hobi menonton animasi jepang dan bermain game online yang menginspirasi penulis menyelesaikan cerpen ini. Oleh karena itu, cerpen yang ditulis berhubungan dengan game dan nama tokoh cerpen seperti orang Jepang.

M. Abel Prasetyo biasa disapa Abel, adalah penulis dari cerpen “Pawai Kematian” lahir di Jambi, pada tanggal 19 Juni 2004. Memiliki kegemaran seperti bermain game dan menonton film selagi beristirahat setelah melakukan pembelajaran jarak jauh. Di lain waktu penulis juga meluangkan waktu dengan membaca buku. Mengenai genre buku yang digemari penulis, diantaranya ialah fiksi ilmiah, horor, dan misteri.

Mochamad Dhafin Raif penulis cerpen “Setitik Cahaya” biasa dipanggil Dhafin, merupakan siswa SMA Pribadi Bandung. Lahir di Bandung, 27 Januari 2004. Penulis memiliki hobi berolahraga, membaca novel, dan menonton film. Dalam prosesnya sebagai pelajar adalah hal baru dalam membuat cerpen.

Muhammad Adam Nurkholis, penulis cerpen “Secangkir Kopi Dalgona”. Remaja yang kini bersekolah di SMA Pribadi Bandung ini lahir di Depok pada 6 Desember 2003. Dia aktif di tim olimpiade sains sekolah dan telah meraih berbagai prestasi di berbagai kompetisi sains. Di sela-sela kesibukannya, penulis gemar membaca novel dan menonton series. Penulis pernah menulis resensi yang mengulas kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami dan mengantarkannya menjadi juara 1 dalam lomba menulis resensi antar siswa di sekolahnya.

Nazwan Hadyan Ibnu Murnawi bisa dipanggil Nazwan, adalah penulis cerpen yang berjudul “Manusia Sapi”. Dia lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 20 Desember 2004.  Penulis bersekolah sejak SMP di Pribadi Bilingual Boarding School di Bandung hingga saat ini.

Rafka Alpha Mahardika si penulis cerpen “Terima kasih Ibuuu!” Lahir di Bandung pada 24 Maret 2005. Penulis kini bersekolah di SMA Pribadi Bandung dan memiliki hobi bermain game.

Raia Arsya Khayru Firmansyah penulis cerpen “Senyum Tegar” biasa disapa Raia lahir di Surabaya, 16 Juni 2004. Penulis merupakan sisa SMA Pribadi Bandung yang memiliki hobi cinematography, bermain musik, dan mempelajari bidang sound engineer.

Anisah Zanjabila A.P. lahir di Bandung pada tanggal 19 November 2003. Sekarang menempuh pendidikannya di SMA Pribadi Bandung dan aktif dalam kegiatan OSIS. Memiliki hobi traveling dan belajar hal baru. Judul cerpen yaitu “Di Balik Layar” merupakan karya yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari yang dialami oleh orang-orang disekitarnya. Dia berharap cerpen ini dapat membantu pembaca untuk memetik pembelajaran baru dalam kehidupan.

Annisa Salsabila lahir di Biak pada 24 November 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Pribadi Bilingual Boarding School Bandung, dan pernah menjadi anggota Rohis. Dia hobi berbelanja, berenang, dan jalan-jalan. Motivasi dalam menulis cerpen adalah untuk menggambarkan perasaan yang tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata dan dapat dijadikan sebagai pelajaran hidup.

Arina Mufidah lahir di Bandung pada 21 Juni 2004. Saat ini ia bersekolah di SMAS Pribadi Bandung. Membaca, menulis, dan memasak adalah hobi Arina, ia juga pernah menjuarai lomba tahfidz sebanyak 4 kali. Motivasinya dalam membuat cerpen adalah untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia, ia juga menyukai dunia kepenulisan sedang duduk di bangku SD dan mencoba untuk mendalaminya saat ini.

Ayesha Savannah Q. S. lahir di Bandung, tanggal 1 Februari 2004, judul cerpen “Asal-usul Penunggu Danau.” Semasa SMP, pernah menjadi juara tiga dalam lomba Story Telling, dan memenangi juara dua dalam lomba Radio Story Telling pada tahun berikutnya. Saat di bangku SMA, ia memenangkan juara tiga dalam lomba Tari Kreasi Nusantara OSEBI 2020 dan kini sedang aktif mengikuti organisasi OSIS sebagai wakil ketua.

Dynna Aprilia adalah nama penulis lahir di Jambi, pada tanggal 1 April 2005. Saat duduk di bangku SMA ia memenangkan juara 3 Tari Kreasi Nusantara di OSEBI 2020. Ia aktif mengikuti OSIS tahun ajaran 2020/2021 sebagai ketua divisi 3. Judul cerpen yang ditulis berjudul ‘Buku Terakhir’.

Ela Ikwatun Nisa lahir di Kendal pada November 2003. Saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA Pribadi Bilingual Boarding School Bandung, dan pernah mengikuti Olimpiade Ekonomi serta menjadi bagian anggota Rohis. Dia hobi memasak. Cerpen yang ditulis menggambarkan arti rasa kehilangan seseorang.

Gya Adhwa R. adalah penulis cerpen “Dari Mana?” yang lahir di Cirebon pada 20 November 2003. Berpendidikan di SMA Pribadi Bandung, selain aktif dalam kegiatan OSIS di sekolah juga suka membuat sesuatu dalam kerajinan tangan. Ketertarikan dalam membaca cerpen, akhirnya ia mencoba menulis sendiri yang berjudul “Dari Mana?”

Khalish Tharra Mazaya Kawakibi lahir di Tegal tanggal 19 November 2004. Judul cerpen “Lintangaan Zanna” bersekolah di SMA Pribadi Bandung, memiliki hobi memasak dan melukis. Pernah menjuarai 3rd Indonesian Open Memory Championship (10th new best player), IMSC Rekor Muri mengingat angka phi, IMSC mengingat ensiklopedia.

Najwati Izzatil Ishmah lahir di Banjarmasin pada 14 April 2004. Saat ini tercatat sebagai siswa di SMA Pribadi Bandung. Saat berada di kelas 10 pernah menjadi anggota Rohis, dan di kelas 11 menjadi finalis lomba esai pada OSEBI 2021. Dia hobi mendengarkan musik, menulis dan traveling. Dia memiliki motivasi saat menulis cerpen karena dapat menuangkan pikiran secara bebas, dan membantu penulis menjadi dirinya sendiri.

Sabila Yasira lahir di Bandung pada tanggal 24 Desember 2003. Sekarang menempuh pendidikannya di SMA Pribadi Bandung dan aktif dalam kegiatan OSIS. Dia hobi traveling dan menonton film. Motivasi penulis dalam menulis cerpen yaitu ingin mengembangkan kemam-puan berimajinasi dan kreatifitas dalam membuat sebuah cerita.

Salsabila lahir di Bandung, 20 April 2004. Saat ini penulis sedang menempuh pendidikan di SMAS Pribadi Bilingual Boarding School Bandung. Memiliki hobi menggambar dan pernah memenangkan lomba gambar komik di Surabaya. Ia juga pernah aktif di klub Olimpiade sekolah dan memenangkan medali emas di Olimpiade Geografi yang diadakan di UGM, Yogyakarta. Cerpen yang ditulis menceritakan tentang kehidupan penulis sebagai penyandang disleksia dalam menjalankan pendidikan selama masa pandemi.

Sasi Kirana adalah nama penulis cerpen berjudul “Berkemah.” Dilahirkan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 8 Maret 2004. Selama menempuh pendidikan sekolah dasar bergabung bersama dokter cilik selama dua tahun. Saat menduduki sekolah menengah pertama juga pernah juara 1 dalam kompetisi robotik. Saat duduk di bangku SMA ia juga pernah memenangkan juara harapan di ISPO 2020. Dia hobi mendengarkan musik bergenre pop dan memasak.

Shofiyah Nur Azizah adalah nama penulis cerpen berjudul “Lingkaran Kehidupan”. Lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 11 Mei 2005. Bersekolah di Pribadi Bilingual Boarding School Bandung. Bercita-cita untuk menempuh perguruan tinggi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selama menempuh pendidikan sekolah dasar, penulis aktif mengikuti les piano dan mampu membuat instrumen sendiri dan tampil di depan banyak orang.

Siti Azahra Marella lahir di Ciamis, 4 Oktober 2003. Menulis cerpen berjudul ‘’Kehidupan Lain’’. penulis sedang menempuh pendidikan di SMA Pribadi Bilingual Boarding School Bandung. Dia pernah mengikuti OSEBI dan meraih medal perunggu kategori Tari Kreasi Nusantara (SMA), memiliki hobi mengedit video,mendengarkan musik dan menonton film.

Syifa Alifia Anindita lahir di Bogor pada tanggal 2 Oktober 2003. Sedang menempuh pendidikan di SMA Pribadi Bilingual Boarding School Bandung. Selain aktif dalam berorganisasi di sekolah, dia juga pernah meraih juara dengan predikat Special Award di salah satu lomba sains projek. Penulis hobi mengkritik film, bersepeda, dan belajar bahasa asing.

Titi Ulaya lahir di Bandung, 15 Februari 2004. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Sekolah Pribadi Bilingual Boarding School Bandung. Memiliki hobi menonton film dan mendengarkan musik. Dia juga aktif mengikuti organisasi sekolah dan pernah tiga kali juara harapan lomba penelitian. Cerpen yang ia tulis menggambarkan rasa yang ingin disampaikan melalui cerita bahwasannya hidup tidak mudah untuk dilalui setiap harinya dan sangat berharga.

Tim Penulis (Guru)

Yuniar Susanti lahir di Bandung pada tanggal 29 Juni 1987. Menjadi Guru bahasa Indonesia di SMA Pribadi Bandung. Hobinya sekarang adalah menulis, bertanam, membuat konten pembelajaran dan tentunya menulis. Beberapa buku antologi puisi pernah dibuat bersama rekan guru berjudul, “Selimut Sajak di Angan Cipta”, “Petang ini Serasa Dingin”, dan “Pergi ke Ladang Mimpi.” Hasil tulisan lainnya yaitu, kumpulan esai “Pembelajaran Berbasis Digital” diterbitkan oleh Frasa Media bertajuk Catatan Pendidikan di Era Pandemi dan berkesempatan hasil tulisan artikelnya dimuat di Jabar Ekspres “Kaum Ekstrovert”. Selain itu, pernah mengantarkan siswanya mendapat Medali Emas kategori penampilan puisi OSEBI (Olimpiade Seni dan Budaya Indonesia) 2021 dan membimbing siswa hingga mendapat Silver Medals dalam ajang Internasional Genius Olympiad 2021 untuk Kategori Art.

Perempuan bernama Rizki Meiliawati ini biasa disapa Rizki lahir di Tegal pada tanggal 9 Mei 1993. Dia lulusan Universitas Pendidikan Indonesia. Hobinya adalah membaca novel dan membuat guratan pena. Salah satu karyanya pernah masuk dalam buku antologi puisi yang diterbitkan. Guru Bahasa Indonesia di Sekolah Pribadi Bandung ini termotivasi menulis cerpen karena banyak kisah yang ingin diabadikan.

Wanita yang bernama Nia Kurniati Ini dilahirkan di Bandung pada tanggal 4 Maret 1984. Dia merupakan salah satu alumni dari Universitas Pendidikan Indonesia yang mempunyai hobi membaca dan memasak. Karya puisinya pernah masuk dalam buku antologi puisi guru-guru sekota Bandung. “Ingin Belajar Menulis” adalah salah satu motivasi dia dalam menulis cerpen kali Ini.

frasa sabr 1

Tebal: 400 hlm
Ukuran: 14×20 cm
Kertas: Bookpapper
Sampul: Softcover
ISBN: 978-623-95870-6-2

Harga Normal: Rp 85.000
Harga Pre Order: Rp 73.000

Pra-Pesan: 17–23 Juli 2021

WeCreativez WhatsApp Support
untuk pemesanan buku
👋 chat via WhatsApp